
Dingin terasa menusuk kulit, ketika ia datang menghampiri bumi memberikan sentuhan kesejukan, mengiringi terbitnya sang mentari bersama kicauan burung dipagi hari. Dimulai dengan kesejukan diawal hari tetesan Embun pagi, menjadaikan spirit dalam memulai langkah-langkah kecil untuk mencapai impian dan cita-cita.
Kenapa saya menjadi sibuk dengan masalah embun ini? Mungkin karena saya belum siap dengan pemanasan global yang benar-benar global sehingga kawasan dusun tempat tinggal saya pun terkena dampaknya, sehingga ada keinginan kuat dalam diri saya untuk mengingkarinya. Emmm .., jadi timbul ne pertanyaan? apakah esok kita, anak-anak kita.. masih bisa menikmati embun pagi ? apakah embun pagi akan menjadi sejarah dan kenangan serta kerinduan. Jawabanya ada di hati kita yang terdalam. Tulisan ini bermaksud mengisi sesuatu yang kosong dan mencoba mengabadikan pengalaman yang kapan saja dapat menguap.